Tentang kenapa penderita rabies takut air, menurut , ketakutan berbasis rabies terhadap air ditandai dengan gejala fisik yang menyebabkan kesulitan menelan. Namun, masalah ketakutan pada air ini tidak selalu disebabkan oleh rabies. Beberapa orang memiliki rasa takut akan air setelah mengalami peristiwa traumatis yang berhubungan dengan air.
Menurut , hidrofobia atau takut air adalah salah satu gejala rabies yang membuat penderitanya sulit disembuhkan. Rabies adalah infeksi virus yang disebabkan oleh sekelompok virus yang disebut lyssavirus. Virus ini bisa menyerang hewan dan menularkannya ke manusia, terutama lewat gigitan.
Ketakutan pada air ini akibat virus rabies yang menyerang saraf hingga terjadi gangguan atau bahkan kelumpuhan pada otot-otot. Sebagian saraf dan otot yang terganggu ini bertanggung jawab dalam gerakan menelan. Ini yang kemudian memunculkan rasa sakit saat pasien menelan cairan, termasuk air dan liur. Akhirnya pasien ini menjadi mengeluarkan air liur dalam jumlah banyak dan juga karena intensitasnya tinggi nyerinya itu, dia akhirnya menjadi takut pada air, ujar dr Andi Khomeini Takdir saat dihubungi Kompas.com .
Penderita rabies takut air karena virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan neurologis dan perubahan perilaku. Penderita rabies juga merasakan sensasi kejang dan halusinasi saat mencoba menelan air, yang membuat mereka mengaitkan air dengan gigitan hewan yang menularkan virus rabies melalui air liurnya.
Rabies memengaruhi bagian otak yang mengontrol berbicara, menelan, dan bernapas. Pengaruh virus ini bisa mengubah proses produksi air liur dan menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan membuat penderitanya sulit menelan. Virus rabies berkembang biak dalam air liur. Menelan mengurangi penyebaran virus tersebut. Oleh karena itu, virus rabies segera bertindak untuk membuat korbannya menghasilkan lebih banyak air liur dan menyebarkan air liur tersebut ke sekitarnya daripada menelannya.
Tambahkan Komentar