Tentang Pepatah Di Mana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung Telah Ketinggalan Zaman, pepatah ini mengajarkan kita untuk mengikuti aturan dan adat yang diamalkan di tempat yang kita berada. Cara kehidupan perlu disesuaikan dengan tempat dan keadaan. Peribahasa ini berasal dari Sumatra Barat dan menggambarkan dengan tepat kewajiban kita untuk menaati aturan atau hukum yang hidup dalam masyarakat.
Pepatah ini memiliki makna mendalam di kehidupan masyarakat. Peribahasa termasuk salah satu bentuk karya sastra Melayu yang berkembang di Indonesia. Peribahasa adalah ungkapan ringkas yang berisi pesan tersirat, berupa perbandingan, nasihat, hingga prinsip hidup suatu masyarakat.
Dalam buku Peribahasa Watafa oleh Zanariah Abdol dijelaskan, peribahasa ini berisi pesan agar mematuhi peraturan di tempat yang didiami. Dengan kata lain, seseorang harus bisa beradaptasi dengan tempat tinggalnya (bukan hanya tempat asal), untuk dapat diterima dengan baik.
Pepatah Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung bermakna bahwa kita harus mengikuti aturan dan adat yang berlaku di tempat kita berada. Cara hidup kita perlu disesuaikan dengan tempat dan keadaan. Peribahasa ini merupakan salah satu bentuk karya sastra Melayu yang berkembang di Indonesia .
Tambahkan Komentar